Slider Background

SLIDE BERANDA

Pengelolahan Koperasi Harus Profesional

Jumat, 22 Juni 2012

Pengelolahan Koperasi Harus Profesional

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengingatkan agar gerakan koperasi menghindari sistem pengelolaan yang melibatkan keluarga sehingga lebih profesional.
”Sudah saatnya koperasi dikelola secara profesional oleh tenaga ahli di bidangnya. Terutama untuk mengelola dan memanfaatkan peluang usaha secara optimal,” ujar Sjarifuddin Hasan pada  seminar menyongsong Hari Koperasi Nasional 2011 di Kapal TNI AL Tanjung Nusanive 973 ini.
Pengelolaan koperasi yang melibatkan satu keluarga diduga akan mengurangi profesionalisme kinerja usaha itu sendiri.
Mungkin, katanya, sekarang ada koperasi yang sudah puas dengan kinerjanya. Namun mereka masih wajib melakukan perbaikan kinerja.
Paling tidak, pengelola koperasi sudah harus maju dan berpikir secara global untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Oleh karena itu kinerja koperasi ke depan harus didukung oleh data-data kuantitatif dan kualitatif.
Demikian juga kepada organisasi yang memiliki keterkaitan bisnis atau usaha dengan koperasi-koperasi, harus bersikap profesional ketika melakukan transaksi. Dengan pola itu dia optimistis gerakan koperasi Indonesia akan semakin maju.
Ketua Umum Dewan Koperasi Wilayah DKI Jakarta Nachrowi Ramli selaku Ketua Panitia Harkopnas 2011 menjelaskan seminar ini diharapkan menghasilkan masukan untuk mengukuhkan sistem ekonomi yang tepat untuk menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia.
”Seperti para pendiri bangsa ini yang berkeyakinan bahwa gerakan koperasi merupakan solusi atas persoalan ekonomi, kita juga yakin dengan mengembangkan koperasi masyarakat akan semakin sejahtera,” ujar Nachrowi. (arh)
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silahkan sertakan komentar anda tanpa melakukan spam, penyertaan link, ataupun promosi yang tidak memiliki korelasi dengan informasi yang tersedia, jika tidak admin akan menghapus komentar yang anda publikasikan dan akan ditindak lanjuti sebagai spam.