Slider Background

SLIDE BERANDA

Diskop INHU Implementasikan Lima Pilar Atasi Krisis

Kamis, 11 April 2013

Diskop INHU Implementasikan Lima Pilar Atasi Krisis

Rengat (21/2): Hiruk-pikuk kegiatan perekonomian di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terasa begitu cepat. Krisis keuangan tetap terjadi dan masih merangsek, menggesek sendi-sendi ekonomi hingga kepelosok desa.

Untuk mengatasi krisis itu Dinas Koperasi dan UMKM Inhu terus implementasikan lima pilar sebagai program untuk menangkis krisis, diakui Drs H Raja Iskandar Rab MM tadi dalam bincang-bincangnya, Kamis (21/2).

Ditanya pilar yang ia maksudkan, pilar utama, kata Iskandar dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), "maka koperasi di Inhu tidak goyah, bahkan sekarang di Inhu sudah terbentuk Koperasi sejumlah 326, aktif 192 dan tidak aktif 134 unit," jelasnya.

Dia mengaku UMKM dan koperasi menjadi katup pengaman ekonomi masyarakat di perkotaan dan pedesaan, ini masih tangguh, urainya.

Secara tidak langsung Iskandar juga mengakui kalau Koperasi juga disebut sebagai soko-guru perekonomian masyarakat, dan umurnya juga sudah tua berkiprah di bidangnya.

Namun ditanya, soal Koperasi yang tidak aktif dan jalannya masih terseot-seot, dia menimpali bahwa penyuluhan dan bimbingan selama ini dari Koperasi dan UMKM sudah dilakukan, "ini tergantung pengurusnya lagi," ulasnya.

Menyinggung soal lima program yang telah dijalankan ini, Iskandar menjelaskan lagi, melalui program pertanian organik bekerjasama dan bantuan bank Bukopin sudah dilakukan, "IT dan sistem koperasi online, kami lakukan hingga kejaringan yang dapat ditemupuh," ungkapnya.

"Ini merupakan program nasional, kami tetap implementasikan. Yah harapan kami bisa memenuhi tujuan bersama, yakni memantapkan peran gerakan Koperasi," terangnya.

Soal pembangunan jaringan koperasi online, kata dia sangat penting sesuai pesatnya pembangunan didaerah.

Sedangkan bidang pertanian organik, kata Iskandar lagi, ditangani oleh Induk Koperasi Tani dan Nelayan (Inkoptan) bekerjasama dengan Induk KUD (Inkud). 

"Pokoknya semua program sudah ditangani koperasi secara sinergi," paparnya.

Ditanya soal target jumlah Koperasi di Inhu tahun 2014, Iskandar belum bisa memaparkan.

Dia juga setuju kalau sekarang tidak cukup hanya dengan dibentuknya koperasi tetapi perlu ada dukungan sektor lain seperti perbankan. "Dengan begitu mungkin para petani hingga didesa-desa bisa lebih leluasa menjadikan instrumen pemasaran produk para petani dan menjadi sangat produktif dan kompetitif.

« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silahkan sertakan komentar anda tanpa melakukan spam, penyertaan link, ataupun promosi yang tidak memiliki korelasi dengan informasi yang tersedia, jika tidak admin akan menghapus komentar yang anda publikasikan dan akan ditindak lanjuti sebagai spam.