Slider Background

SLIDE BERANDA

LPDB Turunkan Target Penyaluran Penyaluaran Dana Bergulir

Senin, 25 Januari 2016

LPDB Turunkan Target Penyaluran Penyaluaran Dana Bergulir

JAKARTA - Penetapan target penyaluran dana bergulir pada awal tahun ini dirasa bakal melandai, lantaran kondisi ekonomi yang kurang dinilai kurang membaik untuk saat ini.

Kendati demikian, Direktur Bisnis Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUKMK) Warso Widanarto mengatakan pihaknya memprediksi kondisi ekonomi di Tanah Air akan membaik pada awal semester II 2016 mendatang. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bakal ada revisi target.

"Kami ini kan lembaga penyaluran dana semi komersial, jadi harus berhitung risiko bila kondisi ekonomi dinilai kurang bagus berarti harus hati-hati," kata dia di Jakarta, Jumat (22/1).

Adapun target penyaluran LPDB tahun ini sebesar Rp1 triliun atau turun 35,9% dari realisasi pada 2015 sebesar
Rp1,56 triliun. Diharapkan penyaluran dana tersebut dapat terserap dengan baik lewat 415 mitra untuk 76.789 UMKM. Penurunan target juga berimbas pada target pendapatan LPDB menjadi Rp115 miliar atau turun 34,95% dari realisasi sebelumnya Rp176,78 miliar.

Untuk mendorong percepatan penyaluran, LPDB memberikan sejumlah insentif berupa penurunan suku bunga pinjaman sebesar 1%. Ketentuan ini dapat diberikan apabila mitra LPDB berupa koperasi simpan pinjam memiliki anggota UMKM yang beriorientasi bisnis ke sektor Nawacita, seperti maritim dan kelautan, ketahanan pangan, pariwisata, dan industri kreatif.

Untuk UMKM yang bermain di sektor ini yang tadinya suku bunga yang dipatok sebesar 6% kini menjadi 5%. Sementara, untuk koperasi yang sudah menerapkan program penjaminan baik dari Jamkrindo maupun dengan jamkrida lainnya, bunga kredit yang didapatkan sebesar 8% dari awalnya 9%.

"Untuk koperasi yang mendapatkan dua ketentuan tersebut akan ada pengurangan suku bunga sebanyak 1% lagi."

Selain itu, untuk membina hubungan dengan mitra lebih baik LPDB tengah menyiapkan satuan tugas (satgas) yang akan ditempatkan ke Solo dan Makassar. Warso beralasan, satgas bertujuan untuk mendisiplinkan mitra dalam mengembalikan dana pinjaman. Sebab, dana tersebut harus dapat disalurkan ke UMKM lainnya yang membutuhkan.

Alasan kedua tempat itu dipilih dikarenakan secara trafik paling tinggi ketimbang lokasi lainnya, serta plafon pinjaman di sana cukup tinggi. Dirinya pun tidak menampik kemungkinan menambah daerah lainnya untuk dihadirkan satgas.

Hingga 2015, LPDB sudah menyalurkan realisasi penyaluran dana sebesar Rp1,56 triliun atau naik 35,52% secara year on year (yoy) dari sebelumnya Rp1,15 triliun. Dari segi pendapatan, berhasil membukukan Rp176,78 miliar atau melebihi target awal Rp115,36 miliar.

Untuk kualitas penyaluran kredit macet, tercatat menyentuh level 0,07%. "Kualitas NPL dapat terus kami jaga masih dibawah 1%."



Sumber: Bisnis.com
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silahkan sertakan komentar anda tanpa melakukan spam, penyertaan link, ataupun promosi yang tidak memiliki korelasi dengan informasi yang tersedia, jika tidak admin akan menghapus komentar yang anda publikasikan dan akan ditindak lanjuti sebagai spam.